Jam Baik Untuk Pindah Rumah
Persahabatan yang Tak Pernah Luntur Surat ini kutuliskan untuk sahabatku yang Bernama Jasmine yang sudah berpindah ke luar kota. Dengan ditulisnya surat ini, aku berharap agar persahabatan kita terus terjaga walaupun dipisah jarak yang cukup jauh. Kisah persabahatanku dengan Jasmine dimlai sejak kami masuk SMP. Pada saat itu, aku dan dia baru berkenalan ketika aku ingin pingsan di jam olaharaga. Sebelum pingsan, Jasmine bertanya padaaku, "kamu terlihat lemas, apakah kamu perlu kupanggil guru agar segera dibawa ke UKS?" aku yang berusaha untuk tetap kuat kemudian menjawab, "tidak perlu, aku masih kua untuk mengikuti jam olahraga." Jasmine yang merasa kalau diriku benar benar sedang tidak sehat, kemudian memanggil guru untuk memberitahukan bahwa Putri sepertinya akan pingsan. Tanpa berlama-lama, guru olahraga segera membawa Putri ke ruangan UKS agar bisa beristirahat. Setelah masuk ke ruang UKS, aku merasa sudah lebih baik dan tahu kalau penyebab ingin pingsan adalah karena belum di pagi hari.Sesampainya kembali ke kelas, aku sangat berterima kasih kepada Jasmine karena sudah memberitahukan kepada guru kalau aku bisa saja pingsan. Tanpa Jasmine, mungkin aku akan pingsan. Kami berdua pun pulang bersama naik angkutan umum yang sama karena tanpa diduga rumah kami searah. Tiga tahun sudah aku dan Jasmine memiliki tali persabahatan dan kami selalu berbagi cerita sedih atau bahagia. Setelah kami berdua lulus dari SMP, Jasmine bersama orangtuanya pindah ke luar kota. Mendengar kabar itu, aku sedih karena akan sulit untuk bertemu langsung dengan Jasmine. Meskipun sudah alat komunikasi canggih, tetapi rasanya akan kurang kalau tidak bisa berbagi cerita secara langsung. Tak terasa juga, aku sudah hampir selesai menempuh pendidikan SMA, sehingga aku berinisiatif untuk menulis surat kepada Jasmine. Pada bagian akhir surat itu, aku menulis, "apakah kita bisa bertemu kembali di universitas yang sama?"TOLONG KK DI BANTU CARI UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIKNYA, Secepatnya kk
1. Persahabatan yang Tak Pernah Luntur Surat ini kutuliskan untuk sahabatku yang Bernama Jasmine yang sudah berpindah ke luar kota. Dengan ditulisnya surat ini, aku berharap agar persahabatan kita terus terjaga walaupun dipisah jarak yang cukup jauh. Kisah persabahatanku dengan Jasmine dimlai sejak kami masuk SMP. Pada saat itu, aku dan dia baru berkenalan ketika aku ingin pingsan di jam olaharaga. Sebelum pingsan, Jasmine bertanya padaaku, "kamu terlihat lemas, apakah kamu perlu kupanggil guru agar segera dibawa ke UKS?" aku yang berusaha untuk tetap kuat kemudian menjawab, "tidak perlu, aku masih kua untuk mengikuti jam olahraga." Jasmine yang merasa kalau diriku benar benar sedang tidak sehat, kemudian memanggil guru untuk memberitahukan bahwa Putri sepertinya akan pingsan. Tanpa berlama-lama, guru olahraga segera membawa Putri ke ruangan UKS agar bisa beristirahat. Setelah masuk ke ruang UKS, aku merasa sudah lebih baik dan tahu kalau penyebab ingin pingsan adalah karena belum di pagi hari.Sesampainya kembali ke kelas, aku sangat berterima kasih kepada Jasmine karena sudah memberitahukan kepada guru kalau aku bisa saja pingsan. Tanpa Jasmine, mungkin aku akan pingsan. Kami berdua pun pulang bersama naik angkutan umum yang sama karena tanpa diduga rumah kami searah. Tiga tahun sudah aku dan Jasmine memiliki tali persabahatan dan kami selalu berbagi cerita sedih atau bahagia. Setelah kami berdua lulus dari SMP, Jasmine bersama orangtuanya pindah ke luar kota. Mendengar kabar itu, aku sedih karena akan sulit untuk bertemu langsung dengan Jasmine. Meskipun sudah alat komunikasi canggih, tetapi rasanya akan kurang kalau tidak bisa berbagi cerita secara langsung. Tak terasa juga, aku sudah hampir selesai menempuh pendidikan SMA, sehingga aku berinisiatif untuk menulis surat kepada Jasmine. Pada bagian akhir surat itu, aku menulis, "apakah kita bisa bertemu kembali di universitas yang sama?"TOLONG KK DI BANTU CARI UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIKNYA, Secepatnya kk
Jawaban:
unsur antaogonis dan pratagonis
Jawaban:
Surat ini kutuliskan untuk sahabatku yang Bernama Jasmine yang sudah berpindah ke luar kota. Dengan ditulisnya surat ini, aku berharap agar persahabatan kita terus terjaga walaupun dipisah jarak yang cukup jauh.
Kisah persabahatanku dengan Jasmine dimlai sejak kami masuk SMP. Pada saat itu, aku dan dia baru berkenalan ketika aku ingin pingsan di jam olaharaga. Sebelum pingsan, Jasmine bertanya padaaku, "kamu terlihat lemas, apakah kamu perlu kupanggil guru agar segera dibawa ke UKS?" aku yang berusaha untuk tetap kuat kemudian menjawab, "tidak perlu, aku masih kua untuk mengikuti jam olahraga."
Jasmine yang merasa kalau diriku benar benar sedang tidak sehat, kemudian memanggil guru untuk memberitahukan bahwa Putri sepertinya akan pingsan. Tanpa berlama-lama, guru olahraga segera membawa Putri ke ruangan UKS agar bisa beristirahat. Setelah masuk ke ruang UKS, aku merasa sudah lebih baik dan tahu kalau penyebab ingin pingsan adalah karena belum di pagi hari.
Sesampainya kembali ke kelas, aku sangat berterima kasih kepada Jasmine karena sudah memberitahukan kepada guru kalau aku bisa saja pingsan. Tanpa Jasmine, mungkin aku akan pingsan. Kami berdua pun pulang bersama naik angkutan umum yang sama karena tanpa diduga rumah kami searah.
Tiga tahun sudah aku dan Jasmine memiliki tali persabahatan dan kami selalu berbagi cerita sedih atau bahagia. Setelah kami berdua lulus dari SMP, Jasmine bersama orangtuanya pindah ke luar kota. Mendengar kabar itu, aku sedih karena akan sulit untuk bertemu langsung dengan Jasmine. Meskipun sudah alat komunikasi canggih, tetapi rasanya akan kurang kalau tidak bisa berbagi cerita secara langsung.
Tak terasa juga, aku sudah hampir selesai menempuh pendidikan SMA, sehingga aku berinisiatif untuk menulis surat kepada Jasmine. Pada bagian akhir surat itu, aku menulis, "apakah kita bisa bertemu kembali di universitas yang sama
2. Perpindahan Kalor secara RadiasiPanas matahari dapat mencapai permukaan bumi tidak secara konduksi atau konveksi.Panas matahari tidak dapat berpindah secara konduksi, karena udara yang terdapat dalamatmosfer termasuk konduktor yang paling buruk. Panas matahari pun tidak dapat dihantarkansecara konveksi, karena antara matahari dan bumi terdapat ruang hampa udara yang tidakmenghantarkan kalor. Jadi, kalor dari matahari merambat ke bumi tanpa melalui zat perantara.Proses perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara dinamakan radiasi.Dapatkah kamu memberikan contoh lainnya perambatan kalor secara radiasi? Ketika kamudan teman-temanmu pergi berkemah ke pegunungan, udara di pegunungan sangat dingin.Untuk menghangatkan badan, kamu perlu membuat api unggun. Nah, panas dari api ungguntersebut dapat sampai ke tubuhmu tanpa melalui zat perantara. Perpindahan panas sepertiini dikatakan secara radiasi.Adakah di antara kalian yang pernah pergi ke luar rumah pada siang hari yang terikdengan menggunakan baju hitam? Apa yang kamu rasakan? Ketika kamu keluar rumahpada siang hari yang terik dengan menggunakan baju hitam, badanmu akan terasa panas.Hal ini disebabkan warna hitam merupakan penyerap kalor radiasi yang paling baik. Benda-benda berwarna hitam lebih banyak menyerap kalor dan memantulkan sebagian kalor jikadibandingkan dengan benda-benda yang berwarna putih dan berkilap. Sebaliknya, padamalam hari orang yang memakai baju hitam merasa lebih dingin daripada orang yangmengenakan baju putih. Tahukah kamu mengapa hal ini dapat terjadi? Hal tersebut dapatterjadi karena pakaian yang berwarna hitam menyerap kalor yang dikeluarkan tubuh.pertanyaan:1).Bagaimana Panas matahari dapat mencapai permukaan bumi?2). Dapatkah panas matahari mencapai permukaan bumi dengan cara konduksi atau konveksi ?coba jelaskan !3).Apakah yang di maksud dengan perpindahan panas secara radiasi ?4).Jelaskan paling sedikit tiga contoh perpindahan panas secara radiasi yang kamu ketahui!tolong bantu jawab ya kak atau Abang jam 12 nanti mau di kumpulkan pllissss
Jawaban:
Energi panas yang ada pada cahaya matahari dapat mencapai Bumi melalui proses perambatan energi (panas) dalam bentuk gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan zat perantara.Cahaya matahari merupakan gelombang elektromagnetik dan gelombang transversal sehingga tidak memerlukan medium untuk merambat.Perpindahan panas radiasi adalah proses perpindahan panas dari satu media ke media lain akibat perbedaan temperatur tanpa media perantara.Menjemur pakaian di siang hari, radiasi panas dari bola lampu, menjemur bahan makanan mentah di siang hari.Semoga bermanfaat ^^3. ini cerita ga pnjang kotolong bantu ya soalnya mau dikumpulinsoal cumn 1 :amanat dari cerpen ini adalah??Persahabatan yang Tak Akan Pernah Luntur Surat ini kutuliskan untuk sahabatku yang Bernama Jasmine yang sudah berpindah ke luar kota. Dengan ditulisnya surat ini, aku berharap agar persahabatan kita terus terjaga walaupun dipisah jarak yang cukup jauh. Kisah persabahatanku dengan Jasmine dimlai sejak kami masuk SMP. Pada saat itu, aku dan dia baru berkenalan ketika aku ingin pingsan di jam olaharaga. Sebelum pingsan, Jasmine bertanya padaaku, “ kamu terlihat lemas, apakah kamu perlu kupanggil guru agar segera dibawa ke UKS?” aku yang berusaha untuk tetap kuat kemudian menjawab, “tidak perlu, aku masih kuat untuk mengikuti jam olahraga.” Jasmine yang merasa kalau diriku benar-benar sedang tidak sehat, kemudian memanggil guru untuk memberitahukan bahwa Putri sepertinya akan pingsan. Tanpa berlama-lama, guru olahraga segera membawa Putri ke ruangan UKS agar bisa beristirahat. Setelah masuk ke ruang UKS, aku merasa sudah lebih baik dan tahu kalau penyebab ingin pingsan adalah karena belum sarapan di pagi hari. Sesampainya kembali ke kelas, aku sangat berterima kasih kepada Jasmine karena sudah memberitahukan kepada guru kalau aku bisa saja pingsan. Tanpa Jasmine, mungkin aku akan pingsan. Kami berdua pun pulang bersama naik angkutan umum yang sama karena tanpa diduga rumah kami searah. Tiga tahun sudah aku dan Jasmine memiliki tali persabahatan dan kami selalu berbagi cerita sedih atau bahagia. Setelah kami berdua lulus dari SMP, Jasmine bersama orangtuanya pindah ke luar kota. Mendengar kabar itu, aku sedih karena akan sulit untuk bertemu langsung dengan Jasmine. Meskipun sudah ada alat komunikasi canggih, tetapi rasanya akan kurang kalau tidak bisa berbagi cerita secara langsung. Tak terasa juga, aku sudah hampir selesai menempuh pendidikan SMA, sehingga aku berinisiatif untuk menulis surat kepada Jasmine. Pada bagian akhir surat itu, aku menulis, “apakah kita bisa bertemu kembali di universitas yang sama?”
Jawaban:
amanatnya : sahabat yang baik adalah orang yg sllu ada utk kita, dan yg mengerti perasaan kita. Serta sahabat adalah orang yg menjaga dan menolong kita diwaktu kesusahan.
kita sebaiknya menjadikan sahabat bagi seseorang yg selalu ada utk kita susah/senang.
Penjelasan:
semoga membantu :)
4. -SANG PENYEMANGAT-Suhu malam sangat dingin untuk dirasakan, kulitku sendiri yang dapat tahu, serta ia mulai membisikannya ke segala bagian tubuhku. Udaranya sangat tidak aman, bisa jadi tidur merupakan salah satunya jalur tetapi saya tidak memiliki sandaran, apalagi rasa kantuk juga saya tidak memiliki.Disela- sela lamunanku saya terpikir dengan peristiwa sore tadi yang terus terbesit dalam pikiranku.Sore itu pas di hadapanku duduk seseorang perempuan yang sepanjang 2 tahun ini kuanggap bagaikan bidadari dalam hidupku, kepalanya tertunduk diiringi linangan air mata yang membasahi wajah teduhnya, ia menyodorkan secarik pesan.Serta langsung bangkit, dia pernah memelukku sejenak dalam situasiku yang belum betul- betul paham apa iktikad dari pemberian pesan ini.Iya…Nama perempuan tersebut merupakan nur Lani, biasa saya memanggilnya dengan Lani.Wujud perempuan yang sudah mengisi penuh hatiku ini, serta pada hari ini pas di hari serta tempat ini jadi saksi bisu cerita cinta serta perjuangan seseorang lelaki demi menciptakan tempat sandaran yang dapat buatnya aman serta senang apabila terletak di sisinya.Ikatan kami sudah merambah tahun kedua pas hari ini, tetapi saya belum betul- betul paham dengan peristiwa sore tadi.Tanganku masih terus memegangi pesan pemberian Lani yang masih belum berani saya membacanya. Kesimpulannya saya terlelap dalam tidurku dengan banyaknya persoalan tentang Lani.Mentari pagi terbit dari ufuk timur serta menembus jendela kamar tidurku. Tidak seperti biasanya cuma terdapat satu pemberitahuan di handphonku serta itu dari temanku yang mengingatkanku buat mengisi absensinya, biasa penyakit mahasiswa.Umumnya Lani senantiasa meneleponku pagi- pagi sekali cuma buat mengingatkanku buat makan pagi, dengan kata- katanya yang telah kuhafal.“ selamat pagi haikal sayang jangan kurang ingat makan pagi serta jangan sampai telat ke kampus ya” tetapi hari ini tidak terdapat perkataan penyemangat bagiku di pagi ini.Kulirik jam bilik di kamarku yang sudah menampilkan jam 8 yang tandanya sejam lagi saya wajib telah di kampus. Saya tidak mau mendengar ocehan diiringi ceramahnya pak yasir yang ialah dosen terkiler di kampusku.Sehabis jam kuliahku berakhir, saya langsung bergegas mengarah ke rumahnya Lani. Jarak dari kampusku ke rumah Lani bisa di tempuh dalam waktu 15 menit dengan kecepatan wajar, dalam ekspedisi pikiranku senantiasa terjalin dengan kekasihku Lani, setibanya ku di rumah Lani, kondisi rumahnya hening tidak nampak mobil kepunyaan bapak Lani yang biasa terparkir di taman rumah, tetapi bisa jadi bapak Lani lagi tidak di rumah.Kucoba ucapkan salam hingga 3 kali tetapi tidak terdapat satu orang juga yang keluar dari rumahnya, tetapi cuma terdapat tetangganya yang keluar serta menghampiriku kemudian berkata“ maaf mas, keluarga pak muzammil telah pindah semenjak kemarin”Mendadak hati ini bagai terserang sambaran petir, kaget bercampur dengan kesedihan, dikala seperti itu terbesit di ingatanku dengan pesan pemberian dari zahra kemarin sore.Kuucapkan terimakasih kepada orang tersebut serta langsung pulang ke rumahku. Dalam ekspedisi kembali air mataku mulai menetes saya tidak dapat menempuh kehidupan ini tanpa hadirnya Lani di sampingku,“ kemana Lani si penyemangat hidupku ini” ucapku lirih.Langkahku cepat menelusuri rumah, adikku yang lagi duduk di ruang keluarga nampak heran memandang kelakuan si kakak yang nampak risau serta tergesa- gesa mengarah kamarnya,Kugapai pesan pemberian Lani yang tadi malam kuletakkan di atas tumpukan buku- buku bacaanku.Tanganku ragu buat membukanya, tetapi seluruh jawaban dari peristiwa menghilangnya jejak Lani terdapat di dalamnya. Kucoba kuatkan hatiku buat membaca pesan pemberian Lani.Dear haikalAku sayang kamu, bahkan sangat menyayangimu, aku tidak mampu buat mengatakannya padamu, serta satu perihal yang wajib kamu tau tanganku berat kala wajib menulis tiap kata di pesan ini, sangat banyak air mata di tiap katanya.Haikal saya wajib turut dengan keluargaku yang pindah ke jerman.Jaga dirimu baik- baik, jangan malas berangkat ke kampus ya.Salam cintalani Dari sini Haikal pun sadar bahwa semua orang tidak akan ada yang bisa abadi pasti bila ada pertemuan pasti juga ada perpisahan maka dari itu Haikal mencoba mengikhlaskan kepergian lanituliskan berdasarkan tokoh atau penokohan beserta uraian dan bukti dalam teks
Jawaban:
1) tokoh utama adalah lani dan haikal
2) bukti dalam teks adalah sebuah surat perpisahan singkat kepada haikal.
berisi teks:
dear haikal
aku sayang kamu,bahkan sangat menyayangimu,
aku tidak bisa mampu buat mengatakannya padamu,serta 1 perihal yang wajib kamu ketahui tangan ku berat kala wajib untuk menulis setiap kata kata di pesan ini,sangat banyak air mata di tiap katanya.
Haikal saya wajib turut dengan sekeluarga ku yang pindah ke jerman.
jagalah dirimu baik - baik,jangan malas berangkat ke kampus ya.
Salam Cinta.
Lani
Penjelasan:
semoga berkah jawabannya
5. Memahami Tujuan Zonasi Peserta Didik Sekolah terutama sekolah negeri merupakan salah satu layanan publik. Layanan publik harus memiliki tiga aspek, yaitu non-rivalry, non-excludability, dan non-discrimination. Artinya, tidak boleh dikompetisikan secara berlebihan, tidak boleh dieksklusifkan untuk orang/kalangan tertentu, dan tidak boleh ada praktik diskriminasi. Di tengah perdebatan tentang kelebihan dan kekurangan sistem zonasi, mari kita bijak dalam menyikapi masalah ini dengan memahami tujuan zonasi. Persoalan pendidikan kita saat ini adalah hasil dari kebijakan pendidikan sebelumnya. Saat ini pendidikan kita menghadapi beberapa masalah, di antaranya pertama, adanya label sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. Kedua, fenomena peserta didik yang tidak bisa menikmati pendidikan di dekat rumahnya karena faktor pencapaian akademik. Ketiga, adanya sekolah yang kelebihan siswa, di sisi lain ada sekolah yang kekurangan siswa. Keempat, beberapa pendidik harus mencari jam di sekolah lain bahkan sampai mutasi hanya untuk memenuhi jam mengajar, dan masih banyak lagi. Sebenarnya sistem zonasi merupakan amanat undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Sistem zonasi merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh Kemendikbud untuk menghadirkan pemerataan akses pada layanan pendidikan serta pemerataan kualitas pendidikan nasional. Kebijakan zonasi pada penerimaan peserta didik baru diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 yang menggantikan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB. Perbaikan sistem zonasi tahun ini merupakan hasil evaluasi sistem zonasi tahun lalu yang terdapat beberapa kelemahan. Di antara perbaikan itu adalah pertama dihapuskannya jalur surat keterangan tidak mampu (SKTM). SKTM tidak menentukan diterima atau tidaknya peserta didik, tetapi hanya untuk pertimbangan memberikan beasiswa. Kedua, berkaitan dengan perpindahan tempat tinggal, tiba-tiba diperbaiki dengan tanggal kartu keluarga (KK) minimal enam bulan sebelumnya. Masalah ketiga berkaitan dengan kewajiban menerima 90% calon siswa yang tinggal di lokasi dekat sekolah, 5% jalur prestasi, dan 5% jalur perpindahan orang tua, sudah diperbaiki dengan menambah lajur prestasi antara 5%-15%. Upaya memperbaiki sistem zonasi akan terus dilakukan. Kementerian akan mendeteksi wilayah mana saja yang harus ditangani. Mulai dari persebaran guru, fasilitas yang belum merata, dan juga jumlah siswa yang tidak merata. Akhirnya kita memahami bahwa sistem zonasi bertujuan baik, pertama pemerataan hak memperoleh pendidikan. Artinya kalau ada sekolah favorit di suatu zona, maka dari itu menjadi hak dari siswa yang berdomisili di zona sekolah tersebut. Ke depan tidak ada lagi kastanisasi sekolah, serta tidak ada sekolah favorit dan tidak favorit. Kedua, zonasi melihat semua anak merupakan juara di bidangnya masing-masing. Dengan sistem zonasi, sekolah maupun orang tua mampu melihat dan mengembangkan potensi anak di mana pun mereka bersekolah. Ketiga, zonasi untuk pemerataan dalam pemenuhan sarana prasarana, redistribusi dan pembinaan guru, serta pembinaan kesiswaan. Keempat, memperbaiki ekosistem pendidikan. Sistem zonasi dapat menghadirkan populasi kelas heterogen sehingga akan mendorong kreativitas pendidik dalam pembelajaran di kelas, meningkatkan keragaman peserta didik di sekolah, dan menumbuhkan miniatur-miniatur kebhinnekaan di sekolah. Memahami tujuan jangka panjang zonasi, maka kebijakan ini perlu didukung dan di- kawal agar berjalan sesuai yang diharapkan pemerintah serta membawa manfaat bagi masyarakat. Sumber: Solopos, 7 Juli 20191. gagasan atau pendapat apa saja yang disampaikan penulis pada teks tersebut?2. argumen apa saja yang di sampaikan penulis untuk memperkuat pendapatnya?3. apa saja rekomendasi yang disampaikan penulis untuk mendukung pendapatnya?
Jawaban:
1. Gagasan penulis dalam teks antara lain, mengajak pembaca untuk lebih mengenal sistem zonasi untuk sekolah negeri agar kemudian dapat memahami tujuan baik dari kebijakan ini
2. Argumen yang digunakan penulis, antara lain, adanya fenomena sekolah favorit dan tidak favorit yang menjadikan adanya kastanisasi yang berlawanan dengan 3 aspek layanan publik yang seharusnya tidak dikompetisikan berlebihan, tidak diskriminatif, dan tidak eksklusif untuk kalangan tertentu, kebijakan zonasi memungkinkan setiap siswa punya kesempatan sama untuk bisa sekolah terutama di wilayah tempat tinggalnya, da tidak ada labelisasi lulusan yang mana lebih baik, melainkan dari kemampuan individu. Kemudian, zonasi dapat membantu proses pemerataan mulai dari guru, fasilitas sekolah, distribusi siswa, dan kualitas. Jadi tidak ada istilah sekolah favorit muridnya lebih banyak, gurunya lebih baik, fasilitas lebih bagus, dari sekolah lain yang dianggap tidak favorit. Hal ini juga membantu guru, untuk kemudian tidak kesulitan memenuhi syarat jam mengajarnya. Kemudian sistem ini juga mendorong pendidik untuk kreativ dalam proses belajar mengajar, dan membuat populasi sekolah lebih heterogen, sehingga menimbulkan banyak kesadran bahwa setiap anak istimewa di bidangnya masing masing.
3. Rekomendasinya adalah penulis dengan argumennya meyakinkan bahwa pada dasarnya sistem zonasi adalah sistem yang baik, dengan keseriusan pemerintahan serta bantuan dan pengawalan dari masyarakat, sistem ini pasti akan mampu berjalan sesuai semestinya. Pengawalan juga bisa membuat sistem ini lebih baik dengan laporan kesalahan dan evaluasi untuk meingkatkan sistem menjadi lebih baik dan memperbaiki yang kurang
Penjelasan:
Teks pada soal termasuk teks argumentasi yang berfungsi menyampaikan suatu gagasan dan mempengaruhi pembaca terkait gagasan tersebut, untuk menyetujui pendapat penulis. Teks ini berisi penjelasan dan argumen untuk menguatkan gagasan penulis
Pelajari terkait pengertian teks argumentasi pada https://brainly.co.id/tugas/29453819
#BelajarBersamaBrainly
6. Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka. Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!” Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…” Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.” Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?” Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.” [Bel sekolah berbunyi] Mita: “Eh ayo masuk kelas!” [Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.] Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!” Ridwan Ridwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.” Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!” [Anggi hanya mengangguk tanda setuju] Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.” [Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan] Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….” [Pelajaran pun dimulai] Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut. Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin] Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan] Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].” [Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan] Ridwan: “Hai, salam kenal.” Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?” Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].” Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan! [Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani] Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah. Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.” [Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru] Doni: “Ada apa, Bu?” Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?” Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.” Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.” Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.” Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…” Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.” Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.” Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.” [Anggi dan Doni pamit kemudian pulang] Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat…. Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?” Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.” Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?” Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..” Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan… Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.” Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.” Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan. Bacalah naskah drama tersebut dengan saksama dan jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Apakah alur yang digunakan pada drama tersebut! Mengapa!
Jawaban:
1.cerita
maaf kalau salah
Penjelasan:
alurnya baik
karna mereka tidak memilih milih kawan
7. Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka.Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”[Bel sekolah berbunyi]Mita: “Eh ayo masuk kelas!”[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.]Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”RidwanRidwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.”Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”[Anggi hanya mengangguk tanda setuju]Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”[Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan]Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”[Pelajaran pun dimulai]Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin]Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan]Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].”[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]Ridwan: “Hai, salam kenal.”Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan![Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani]Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]Doni: “Ada apa, Bu?”Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan…Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.TEMA:TOKOH:WATAK TOKOH:AMANAT:LATAR:
Jawaban:
Penjelasan:
Tema: persahabatan/pendidikan
Tokoh: - Mita
- Doni
- Anggi
- Ridwan
- Ibu guru
Watak: Doni, memiliki rasa kepedulian terhadap kawan yang kesusahan. Selain itu, ia anak yang rajin membaca.
Anggi dan Lita, memiliki sikap yang sama prihatin terhadap musibah yang menimpa Ridwan. Mereka juga adalah anak-anak yang suka memberikan pertolongan buat kawannya itu.
Ibu guru, seorang guru yang peduli dan suka mengetahui bagaimana keadaan siswa-siswinya terlebih bagi mereka yang kesusahan.
Ridwan, memiliki sikap yang pemurung dan pendiam, mungkin sebab dari bencana yang menimpah Banda Aceh. Selain itu, ia adalah anak yang baik.
Trimakasih, maaf kalau belum sempurna
8. Tolong di narasikan teks drama berikut !Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka.Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”[Bel sekolah berbunyi]Mita: “Eh ayo masuk kelas!”[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.]Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”RidwanRidwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.”Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”[Anggi hanya mengangguk tanda setuju]Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”[Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan]Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”[Pelajaran pun dimulai]Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin]Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan]Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].”[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]Ridwan: “Hai, salam kenal.”Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan![Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani]Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]Doni: “Ada apa, Bu?”Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan…Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.
Disuatu pagi hari yang cerah, terdapat dua siswa kelas VII yang bernama Mita dan Doni. Mereka sedang membaca buku Biologi untuk mempersiapkan ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian, seseorang datang menghampiri mereka, yaitu Anggi yang merupakan sahabat mereka pula. Mereka pun bercengkrama sesaat, dan kemudian Anggi membicarakan bahwa ada anak baru di kelas mereka nantinya. Tak terasa, bel berbunyi menandakan pelajaran akan dimulai. Mereka pun segera menuju ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
Di kelas, ibu guru masuk bersama murid baru tersebut. Ibu Guru memperkenalkannya didepan kelas. Murid itu bernama Ridwan dan berasal dari Aceh. Setelah perkenalan selesai, Ridwan pun duduk dan pelajaran dimulai seperti biasanya.
Setelah pelajaran selesai, tiba saatnya istirahat. Semua siswa masih sungkan untuk mendekati Ridwan. Namun, Anggi, Doni dan Mita berusaha mendekati Ridwan untuk berkenalan lebih lanjut dan bahkan mereka tak segan untuk mengobrol ringan dengan Ridwan. Ridwan pun senang mempunyai teman seperti mereka.
Kemudian, setelah istirahat selesai, Ibu Guru memanggil Doni dan Anggi. Ternyata Ibu Guru ingin menanyakan keadaan Ridwan dan menjelaskan kondisi Ridwan yang merupakan korban selamat dari tragedi Tsunami Aceh. Doni dan Anggi sungguh iba kepada Ridwan. Oleh karna itu, Ibu Guru berpesan supaya mereka mau berbuat baik dan menemani Ridwan. Setelah mendengarkan perkataan Ibu Guru mereka pun pamit pulang.
Sesampainya di rumah, Doni memikirkan bagaimana cara untuk lebih akrab lagi dengan Ridwan, dan akhirnya dia berniat untuk mengajak temannya untuk membawa bekal supaya bisa makan bersama.
Keesokan harinya, Doni, Mita dan Anggi pun mengeluarkan bekal mereka dan menghampiri Ridwan untuk makan bersama. Syukurlah, Ridwan mau bergabung bersama mereka. Ridwan senang memiliki teman yang selalu mendukungnya sehingga suasana pun menjadi menyenangkan
9. cahaya di malam hari bila kita ingin belajar di malam hari, kita tinggal menekan sakelar lampu, dan seluruh ruangan akan menjadi terang. bagaimana rasanya bila kamu hidup tanpa lampu di malam hari? pasti akan ada banyak hal yang terhambat. misalnya saja, kamu akan kesulitan untuk belajar, bahkan hanya untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain akan sulit dilakukan tanpa membentur sesuatu. kita patut bersyukur dan berterima kasih atas penemuan yang mengubah dunia, yakni penemuan lampu oleh Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison lahir di Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. pada masa sekolah dia selalu mendapat nilai yang buruk, sehingga ibunya memutuskan agar dia berhenti untuk bersekolah. di rumah, Edison lebih leluasa untuk membaca buku buku sains dan mulai mengadakan percobaan sendiri. setelah melalui banyak percobaan, akhirnya pada tanggal 22 Oktober 1879, Thomas Alva Edison berhasil menyalakan seutas karbon dalam tabung hampa udara. hal inilah yang kemudian kita kenal dengan lampu pijar. inovasi dari penemuan lampu pijar sampai saat ini terus dilakukan. kerja keras Thomas Alva Edison memberikan hal yang sangat berguna bagi dunia. semangat mencoba dan sikap pantang menyerah dari Edison inilah yang ternyata mampu membuat dunia menjadi lebih terang dan menjadi lebih baik. soal:1. apa topik masalah yang dibahas pada teks tersebut? jawab: .................................................................... ....................................................................2. siapakah Thomas Alva Edison?jawab: .................................................................... ....................................................................3. apa pesan yang dapat kamu simpulkan dari sikap Thomas Alva Edison?jawab: .................................................................... ....................................................................dijawab secepatnya!! ya besok jam setengah 9 pagi dikumpulin.
Jawaban:
1.penemu bola lampu pijar
2.Seorang penemu kelahiran Milan, ohio, 11 Feb 1847
3. Thomas menghabiskan waktu selama 2 tahun serta dana yang cukup untuk mengembangkan penemuan nya
Jawaban:
1. Penemu bola lampu pijar.
2. Seorang penemu kelahiran Milan, Ohio, pada tanggal 11 Februari 1847.
3. Thomas menghabiskan waktu selama dua tahun serta dana yang cukup besar untuk mengembangkan penemuan.
Melalui kerja kerasnya, pada tanggal 21 Oktober 1879 lahir lampu pijar listrik pertama yang dapat menyala selama 40 jam.
4. Sikap gigih dan pantang menyerah membuatnya menjadi orang yang telah mengubah dunia menjadi lebih baik.
Penjelasan:
Semoga membantukelas : 6
10. Ibu Tom Sawyer sudah meninggal, jadi Tom tinggal bersama ibunya Bibi Polly yang mengira Tom adalah anak yang sulit. Satu malam, dia berkata pada dirinya sendiri, "Besok adalah hari Sabtu - liburan untuk Tom. Tapi dia akan melakukan beberapa pekerjaan besok untukku.” Saat itu musim panas yang panas, dan taman itu penuh dengan bunga. Sabtu adalah hari yang indah. Itu adalah hari untuk semua orang untuk bersukacita. Tom keluar dari rumahnya dengan kuas dan panci besar cat putih di tangannya. Dia melihat ke pagar; tingginya tiga meter dan tiga puluh meter panjang. Dia menaruh kuasnya di cat dan mengecat beberapa pagar. Kemudian dia berhenti. Ada berjam-jam bekerja di depannya dan dia pasti anak paling tidak bahagia di desa. Sepuluh menit kemudian, Tom mendapat ide bagus. Dia mengambil kuas lagi dan mulai bekerja. Dia melihat temannya Joe Harper di jalan, tetapi dia mengabaikannya. Joe memiliki sebuah apel di tangannya. Dia berlari mendekati Tom dan melihat ke pagar. "Aku sedih melihatmu bekerja, Tom." Tom tidak mengatakan apa-apa. Kuas cat bergerak ke atas dan ke bawah. "Apakah kamu tidak bekerja untuk bibimu?" kata Jo. “Kau tahu, aku akan pergi ke sungai. aku benar benar maaf kamu tidak bisa bergabung denganku.” Tom meletakkan kuasnya. "Kamu menyebut ini pekerjaan?" dia berkata. "Melukis pagar?" kata Jo. "Tentu saja, ini pekerjaan!" “Mungkin iya dan mungkin juga tidak. Tapi saya menyukainya,” kata Tom. “Saya bisa pergi ke sungai kapan saja. Saya tidak bisa terlalu sering mengecat pagar.” Joe memperhatikan Tom selama beberapa waktu. Tom melukis dengan sangat lambat dan hati-hati. Dia sering berhenti, pindah kembali dari pagar dan melihat pekerjaannya sambil tersenyum. Joe menjadi sangat tertarik dan berkata, "Tom, bolehkah aku melukis sedikit?" Tom berpikir sejenak. “Maafkan aku, Jo. Anda tahu, bibi saya ingin saya melakukannya karena saya pandai melukis. Dia bahkan tidak mengizinkan saudaraku Sid untuk melukis.” “Oh, tolong, Tom, sedikit saja. Aku juga pandai melukis. Jika Anda membiarkan saya melukis, saya akan memberi Anda beberapa apel saya.” “Tidak, Joe, aku tidak bisa…” "Baiklah, kamu bisa mendapatkan semua apelku!" Tom memberi Joe kuas. Dia tidak tersenyum, tetapi untuk pertama kalinya hari itu dia sangat bahagia anak laki-laki. Lebih banyak teman datang untuk menertawakan Tom, tetapi segera mereka semua ingin melukis juga. Menjelang sore, Tom memiliki tiga bola, pisau tua, kucing dengan satu mata, botol biru tua, dan banyak lagi yang menarik hal-hal. Dia adalah anak laki-laki terkaya di kota, dan pagarnya – sepanjang tiga puluh meter – sangat indah putih. Dia kembali ke rumah. “Bibi Polly! Saya menyelesaikan pekerjaan saya. Bisakah saya pergi dan bermain sekarang? ” Bibi Polly keluar rumah untuk melihat. Ketika dia melihat pagar putih yang indah, dia senang. Dia membawa Tom ke dalam rumah dan memberinya apel lagi. “Ya, kamu bisa pergi dan bermain. Tapi jangan pulang larut malam.” Mengambil apel kedua, Tom lari dengan cepat. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan lengkap. 1. Siapa Tom? 2. Siapa Joe? 3. Apa yang dilakukan Tom pada hari Sabtu? 4. Apa yang ingin dilakukan Joe? 5. Apa pesan dari cerita tersebut?
Jawaban:
langsung jawanan saja :
1 .anak dari ibu sawyer
2.teman dari tom bernama joe harper
3.dia sedang mengcat pagar milik bibi nya
4.ingin mengecat bersama tom
5.tom anak yg sulit di ajak ngomong
11. Bagian I 1.gesekan dua buah benda dapat menimbulkan ........... 2.sumber energi yang paling besar adalah ........ 3.bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi aslinya selesai dibunyikan disebut....... 4.cahaya matahari dapat merambat ke permukaan bumi dengan cara ...... 5.alat musik yang berbunyi dengan cara dipetik adalah ...... 6.sumber energi utama yang berasal dari bumi adalah ....... 7.banyaknya jumlah getaran setiap satu detik disebut ...... 8.alat untuk mengukur panas benda disebut ...... 9.kuat lemahnya bunyi ditentukan oleh ...... 10.energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat ...... Bagian II 1.kemampuan untuk melakukan usaha disebut .... 2.tinggi rendahnya bunyi ditentukan oleh... 3.lampu dapat menyala sangat terang jika menggunakan energi.... 4.bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli hilang disebut.... 5.bunyi yang frekueninya diatas 20.000 Hz disebut... 6.hewan yang mampu mendengar dengan baik bunyi infrasonik adalah .... 7.mobil dapat memanfaatkan sumber energi alternatif dengan mengganti bahan bakar bensin oleh... 8.perpindahan panas yang memerlukan media tapi tanpa disertai perpindahan bagian medium tersebut disebut..... 9.alat rumah tangga berikut menghasilkan energi panas... 10.energi gerak disebut juga energi.... Bagian III 1.Apa yang dimaksud dengan sumber panas?Sebutkan contohnya! Jawab=........................................................................................................ 2.Sebutkan macam perpindahan energi panas yang kamu ketahui ! Jawab=........................................................................................................ 3.Jelaskan keuntungan penggunaan energi alternatif ! Jawab=........................................................................................................ 4.Berdasarkan frekuensinya bunyi dapat dibedakan menjadi berapa?sebutkan! Jawab=.................................................................................................................................. 5.Sebutkan sumber energi alternatif yang dapat terus digunakan bersama karena tidak akan pernah habis! Jawab=............................................................................................................................................... tolong kasih tau ya sekarang aku buat PR Les yang ngajar guruku , guruku juga galak untuk jam 3.30 sore nih gimana nih
bag 1
1. suara
2.matahari
3.gema
4. ???
5. kecapi
6. ???
7.???
8. ???
9. getaranny
10. lihat
12. Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka.Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”[Bel sekolah berbunyi]Mita: “Eh ayo masuk kelas!”[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.]Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”RidwanRidwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.”Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”[Anggi hanya mengangguk tanda setuju]Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”[Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan]Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”[Pelajaran pun dimulai]Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin]Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan]Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].”[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]Ridwan: “Hai, salam kenal.”Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan![Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani]Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]Doni: “Ada apa, Bu?”Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan…Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.Soal:Ubahlah teks drama di atas menjadi sebuah cerpen dengan memperhatikan kesesuaian cerita dari segi tokoh dan alur cerita! Judul cerita tentukan sendiri!
Jawaban:
kalau cerita tadi mau dibuat cerpen, kita tidak perlu menggunakan tanda petik (" ") lagi..
Penjelasan:
maaf ya, ngga saya ketik, panjang banget soalnya
13. 22. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara. Pembelaan negaradapat diapresiasikan dalam bentuk menjaga keamanan lingkungan berupa siskamling. Jika salahsatu warga tidak melaksanakan dan acuh terhadap siskamling, maka akan menyebabkan....A kerugian pribadiB. kerugian bersamaC. kenyamanan lingkunganD. ketentraman lingkunggan23. Perhatikan kegiatan dalam tabel berikut!NO12KEGIATANTidak bergaya hidup mewahTidak memaksakan kehendakMusyawarah untuk mufakatMenghormati hak-hak orang lainSuka bekerja keras dan tidak boros345Kegiatan yang merupakan pengamalan Pancasila yang dilambangkan dengan padi dan kapasadalah ....A. 1, 3, dan 4B. 1, 2, dan 4C. 2, 4, dan 5D. 1, 4, dan 524. Diko adalah siswa yang pandai dan selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya. Meskipunpandai banyak teman yang tidak menyukainya, dikarenakan Diko selalu menghindar dalammelaksanakan tugas piket kelas. Teman sekelasnya melaporkan kelakuan Diko dan akhirnya buguru menegur Diko. Yang seharusnya dilakukan Diko adalah ...A bertanggung jawab dan mengakui kesalahanB. pindah ke sekolah lain yang lebih bebas piketC. memusuhi teman-teman yang mengadukannyaD. membayar denda piket untuk menebus kesalahan5. Bacalah cuplikan cerita berikut!Diko selalu diberi uang saku oleh ayah ibunya. Karena Diko anak yang baik, selalu ada sisa uangsaku setiap harinya. Diko tidak pernah menghabiskan uang sakunya di sekolah.Dari cuplikan cerita tersebut tindakan yang tepat dilakukan Diko terhadap sisa uang sakunyaadalah ....A. menggunakan untuk jajan di rumahB. diberikan kepada teman lain di rumahC. sisa uang saku ditabung untuk kemudian hariD. digunakan untuk jajan bersama teman-temanSaat jam istirahat Desi menemukan uang di halaman sekolah. Karena tidak ada teman atau guruyang mengetahui hal tersebut, akhirnya Desi tidak melaporkan dan menggunakan uang tersebutuntuk jajan. Perilaku yang ditunjukkan Desi bertentangan dengan sikap.A sabarB. jujurC. borosD. hemathaa pls jawab cepet:'v biar saiya gk telat ngumpulin ni tugasss
Jawaban:
22.b
23.d
24.a
25.c
26.b
Penjelasan:
moga membantu
14. Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka. Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”[Bel sekolah berbunyi]Mita: “Eh ayo masuk kelas!”[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.]Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”RidwanRidwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.”Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”[Anggi hanya mengangguk tanda setuju]Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”[Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan]Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”[Pelajaran pun dimulai]Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin]Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan]Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].”[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]Ridwan: “Hai, salam kenal.”Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan![Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani]Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]Doni: “Ada apa, Bu?”Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan…Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.apa amanatnya?
Jawaban:
Amanat : Berbuat baiklah kepada sesama karena dengan berbuat baik kita bisa membantu banyak orang untuk tersenyum
maaf jika ada kesalahan
semoga membantu
15. Bagian I 1.gesekan dua buah benda dapat menimbulkan ........... 2.sumber energi yang paling besar adalah ........ 3.bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi aslinya selesai dibunyikan disebut....... 4.cahaya matahari dapat merambat ke permukaan bumi dengan cara ...... 5.alat musik yang berbunyi dengan cara dipetik adalah ...... 6.sumber energi utama yang berasal dari bumi adalah ....... 7.banyaknya jumlah getaran setiap satu detik disebut ...... 8.alat untuk mengukur panas benda disebut ...... 9.kuat lemahnya bunyi ditentukan oleh ...... 10.energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat ...... Bagian II 1.kemampuan untuk melakukan usaha disebut .... 2.tinggi rendahnya bunyi ditentukan oleh... 3.lampu dapat menyala sangat terang jika menggunakan energi.... 4.bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli hilang disebut.... 5.bunyi yang frekueninya diatas 20.000 Hz disebut... 6.hewan yang mampu mendengar dengan baik bunyi infrasonik adalah .... 7.mobil dapat memanfaatkan sumber energi alternatif dengan mengganti bahan bakar bensin oleh... 8.perpindahan panas yang memerlukan media tapi tanpa disertai perpindahan bagian medium tersebut disebut..... 9.alat rumah tangga berikut menghasilkan energi panas... 10.energi gerak disebut juga energi.... Bagian III 1.Apa yang dimaksud dengan sumber panas?Sebutkan contohnya! Jawab=........................................................................................................ 2.Sebutkan macam perpindahan energi panas yang kamu ketahui ! Jawab=........................................................................................................ 3.Jelaskan keuntungan penggunaan energi alternatif ! Jawab=........................................................................................................ 4.Berdasarkan frekuensinya bunyi dapat dibedakan menjadi berapa?sebutkan! Jawab=.................................................................................................................................. 5.Sebutkan sumber energi alternatif yang dapat terus digunakan bersama karena tidak akan pernah habis! Jawab=............................................................................................................................................... tolong kasih tau ya sekarang aku buat PR Les yang ngajar guruku , guruku juga galak untuk jam 3.30 sore nih gimana nih
bagian1
1. energi
2. matahari
3.gema
4. radiasi
5. gitar
6. minyak atau gas
7. frekuensi.
8. termostat
9. getaran.
10. dihilangkan
maaf bagian 1doang..
semoga berguna. trimms.
bagian 1
1.energi
2.matahari
3.gema
4.radiasi
5.gitar
6.gas
7.frekuensi
8.termostat
9.getaran benda tersebut
10.dimusnahkan
bagian 2
1.energi
2.getaran benda tersebut
3.listrik
4.gema
5.ultrasonik (maaf kalau salah)
6.maaf yg nomor ini aku gak tau
7.Bahan Bakar Nabati
8.konduksi
9.penghangat ruangan
10.kayaknya gaya
bagian 3
1.benda yg menghasilkan panas
2.konduksi,radiasi,konveksi
3.1.energi alternatif mudah didapat dialam sekitar kita 2.energi yg dihasilkan oleh sumber energi alternatif sanhat besar
4.3,audiosonok,ultrasonik,infrasonik
5.1.energi panas matahari 2.energi angin 3.energi air 4.energi ombak 5.energi panas bumi 6.energi minyak nabati
NOTE=maaf kalau jawabannya salah dan aku ada beberapa soal yg gak tau jawabannya sorry ya
dan maaf juga kalau ada tulisan yg salah
SEMOGA BERMANFAAT
Posting Komentar untuk "Jam Baik Untuk Pindah Rumah"